Cara Setting CloudFlare CDN di Web site WordPress

Cara Setting CloudFlare CDN di Website WordPress

Salah satu faktor penting dalam pembuatan web site adalah kecepatan loading. Sudah jadi rahasia umum kalau kecepatan loading web site yang tinggi akan sangat berpengaruh pada peringkat search engine atau mesin pencarian. Ada banyak cara untuk menaikkan kecepatan web site WordPress, misalnya dengan menggunakan plugin caching, seperti WP Tremendous Cache, mengoptimasi gambar atau dengan menggunakan Content material Supply Community (CDN). Semua cara ini dapat diterapkan untuk memperoleh kecepatan web site yang lebih baik lagi.

Di tutorial kali ini, kami akan membahas cara setting CloudFlare CDN web site yang dionlinekan di WordPress internet hosting Hostinger dan mengonfigurasikan plugin CloudFlare WordPress.

Apa Itu CloudFlare?

CDN CloudFlare merupakan jaringan pengiriman konten (content material supply community) yang berperan sebagai proxy antara web site dan pengunjung situs. Cara kerjanya adalah dengan men-cache konten statis dari lokasi terdekat (CloudFlare memiliki banyak server di seluruh dunia) sehingga loading web site menjadi lebih cepat. Selain itu, CloudFlare juga menangani semua permintaan yang dikirimkan ke web site serta menawarkan layanan yang lebih baik jika dibandingkan dengan CDN lama:

  • Mitigasi serangan DDoS
  • Menganalisis semua permintaan yang dikirimkan ke web site
  • Kemudahan instalasi sertifikat SSL
  • Community gateway (gerbang jaringan) antara protokol

Yang Anda Butuhkan

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh, ada dua hal yang harus Anda lakukan:

  • Masuk ke management panel dari registrar nama area Anda
  • Masuk ke admin space WordPress

Cara Setting CloudFlare WordPress

Ada 5 langkah untuk cara setting CloudFlare di weblog WordPress:

  1. Membuat akun CloudFlare
  2. Menambahkan nama area di CloudFlare
  3. Mengecek DNS document nama area di CloudFlare
  4. Mengarahkan nama area ke CloudFlare nameserver
  5. Menginstall dan mengonfigurasikan plugin CloudFlare di WordPress

Kelima langkah di atas akan kami jabarkan satu per satu di bawah ini.

Langkah 1 – Membuat akun CloudFlare

Kunjungi web site resmi CloudFlare dan klik opsi Signal Up untuk membuat akun di CloudFlare. Lengkapi semua informasi yang dibutuhkan.

Cara setting CloudFlare - buat akun di CloudFlare

Lewati langkah ini jika Anda sudah punya akun.

Langkah 2 – Menambahkan Nama Area di CloudFlare

Setelah berhasil membuat akun di CDN CloudFlare, akan muncul jendela atau window untuk menambahkan web site (Add a web site). Masukkan nama area web site dan klik Scan DNS Information untuk lanjut ke proses berikutnya.

Opsi Add a website di CDN CloudFlare

Tunggulah selama beberapa menit sampai proses scanning selesai.

Langkah 3 – Mengecek DNS Information Nama Area di CloudFlare

Setelah proses scanning selesai, Anda akan diminta untuk memasukkan informasi DNS nama area. Pada langkah ini, Anda bisa mengaktifkan atau menonaktifkan CloudFlare di subdomain tertentu. Pilih awan berwarna oranye (Orange Cloud) untuk mengaktifkan CloudFlare dan awan berwarna abu-abu (Gray Cloud) untuk menonaktifkan CloudFlare di DNS document tertentu.

Jendela pengaturan DNS CloudFlare

Kami sarankan untuk mengaktifkan CloudFlare di nama area dan subdomain www (seperti contoh yang ditunjukkan oleh screenshot di atas). Dengan demikian, CloudFlare akan bekerja baik di nama area dengan www maupun nama area tanpa www. Setelah itu, klik Proceed untuk lanjut ke langkah berikutnya.

PENTING: Tidak disarankan untuk mengaktifkan CloudFlare di cpanel, mail, ftp, atau sistem reserved subdomain lainnya karena akan mengakibatkan berbagai masalah DNS.

Langkah 4 – Mengarahkan Nama Area ke CloudFlare Nameserver

Pada langkah ini, Anda akan diminta untuk memilih paket. Pilih paket free of charge dan klik Proceed.

Setelah mendapatkan CloudFlare nameserver, login ke management panel registrar area dan ganti area nameserver dengan CloudFlare nameserver. Jika tidak tahu caranya, tutorial ini akan membantu Anda.

Nameserver CloudFlare CDN

Klik Proceed.

Propagasi DNS akan berlangsung hingga 72 jam. Setelah proses penggantian nameserver selesai, Anda akan mendapatkan e mail konfirmasi dari CloudFlare CDN. Statusnya juga bisa dicek di web site CloudFlare. Propagasi DNS sama sekali tidak akan memengaruhi web site Anda.

Status pending CloudFlare WordPress

Langkah 5 – Menginstall dan Mengonfigurasikan Plugin CloudFlare di WordPress

CDN CloudFlare memiliki plugin yang dapat diaktifkan di WordPress. Berikut beberapa fitur unggulannya:

  • One-click WordPress optimization
  • Net software firewall ruleset
  • Computerized cache purge
  • Statistics
  • Kemampuan untuk mengubah pengaturan CloudFlare tanpa perlu masuk ke dashboard cloudflare.com

Masuk ke admin space WordPress dan set up plugin CloudFlare WordPress. Jika tidak tahu caranya, tutorial ini akan membantu Anda untuk memahaminya.

Langkah selanjutnya setelah proses instalasi selesai adalah mengonfigurasikan plugin CloudFlare. Buka space Plugins dan klik Put in Plugins. Cari plugin CloudFlare dan klik Settings.

Apa itu CloudFlare - halaman pengaturan plugin

Masukkan alamat e mail dan API key di halaman login CloudFlare. Klik Get your API Key from right here. Sebuah jendela (window) akan muncul dan menampilkan akun CloudFlare Anda. Cari API Key yang umumnya tersimpan di space API KEY.

Cari API Key

Setelah memperoleh API Key, masukkan alamat e mail dan API Key di web site WordPress dan klik SAVE API Credentials.

Ketika diarahkan ke halaman pengaturan CloudFlare, klik Apply yang ada di Apply Default Settings. Gunakan pengaturan default CloudFlare untuk web site WordPress.

Automatic Cache

Sebaiknya aktifkan Computerized Cache dengan mengklik Apply di space Computerized Cache. Dengan mengaktifkan Computerized Cache purge, seluruh CloudFlare cache akan dihapus pada saat desain web site diperbarui.

Mengaktifkan Automatic Cache

Kesimpulan

Kini Anda sudah mempelajari cara setting CloudFlare CDN di WordPress serta mengonfigurasi plugin CloudFlare WordPress. Dengan begini, Anda dapat mempercepat loading web site dan mengamankannya dari serangan DDoS.

Author

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di weblog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang web site, WordPress, dan hal terkait internet hosting lainnya kepada para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *